Khamis, 23 Mei 2013

Pencari Cinta
By : Khusairi Mohd
(05/11/2010 – 09/01/2011)
...Cinta Sejati Tak Pernah Berakhir Kerana Ia Sentiasa Bermula...
...Jika Ada Jodoh Antara Kita, Kita Tetap Akan Bersama Walau Apapun Yang Terjadi...

Aku dan dia bersahabat. Melewati ribuan tenggelamnya matahari. Menjejaki ratusan ruang. Dan entah berapa puluh titis air matanya yang telah tumpah di pundakku. Aku tetap di sini, saat ini. Memandang kedua kerling matanya yang indah...

“Aku akan pergi….”

Ku tercekat dalam diam. Lidahku bagaikan tertusuk paku. Selidik mataku menyakinkan ucapannya yang membuat hatiku luruh. Tapi dia tetap disitu, memandangku tajam...

Hanya jalinan kalimah pendek yang keluar dari bibirku,

“Kita akan selalu bersahabat, kan? Tiada kurang, tiada lebih. Lihatlah jari-jemariku ini, ruang di antaranya hanya akan ada untuk mengenggam tanganmu sahaja, entah di saat gundah ataupun bahagia. Bukankah itu yang engkau mahu?”

Dia hanya mengangguk pelan. Tetap diam. Dalam lirih dia bertanya,

“Bolehkah aku meminta satu hal padamu?”

“Apa itu? Katakan, aku tak akan pernah mengecewakanmu...”

“Ambil ni. Di tanganku ada dua helai kertas kosong. Aku ingin kamu dan aku menulis janji persahabatan kita. Tapi berjanjilah, apa yang tertulis di dalamnya hanya akan kita baca di hari pernikahan salah satu dari kita...”
Matanya menatapku dengan penuh kesungguhan. Tapi aku ragu...

“Maksud kamu?”

“Lakukanlah. Aku ingin kamu menulisnya. I’ll keep the promise letter until mine or your wedding day…”


Lalu, dia, dalam sunyi mulai menulis:


Ø Aku tak mampu berjanji bahwa aku tak akan jatuh cinta padamu karana… Aku telah jatuh cinta padamu...

Ø Aku tak mampu berjanji bahwa kita hanya akan bersahabat karana… Aku ingin selalu bersamamu selamanya, di setiap detik dari selamanya...

Ø Aku tak mampu berjanji akan menikahi orang lain karana… Aku hanya ingin berdampingan denganmu seorang...Tak lain...



Ku menatap lagi kedua matanya, menarik nafas tipis, dan aku pun mulai menulis:


Ø Aku berjanji tak akan pernah jatuh cinta padamu...

Ø Aku berjanji kita akan selalu bersahabat selamanya, tidak lebih...

Ø Dan aku berjanji, aku akan menikah seseorang selain kamu sebagai pasangan jiwaku...

***


10 Tahun Kemudian...

Hari ini, hari pernikahannya. Mobil hitam elegan dipenuhi rangkaian bunga lili telah menepi di pintu masuk gedung pernikahan. Semua tetamu menantinya menuju ke pelamin tetapi wanita cantik itu bersembunyi dalam hening, membaca satu demi satu goresan kalimah di dalam surat yang pernah aku tulis di masa lalu. Dalam senyap, dia menangis pelan...

Entah apa yang dirasakannya, wanita itu akhirnya yakin untuk berjalan menuju ke ruang ijab qabul lalu dengan anggun menghampiri calon suaminya, mengenggam erat jemarinya dan air mata mengalir halus di pipi...

Wanita itu, akhirnya akan menikahi pria impiannya. Sahabatnya. Cinta sejatinya...

Iaitu “AKU”...

“Kamu tidak apa-apa, sayang?”  Tanyaku...

“Aku baru saja membaca surat perjanjian yang engkau tulis…”

“Apakah… ?” Aku mulai bertanya ragu...

Wanita itu tersenyum lalu membisikkan kata di telingku,

“Aku juga sangat mencintaimu...”

Tepat, di bawah surat yang pernah aku tulis 10 tahun lalu, tertulis sebaris pesan,

Semua janji yang kutulis di atas adalah semua janji yang akan aku mungkir. Sungguh ! Aku sangat mencintaimu...



T.A.M.A.T