Pencari Cinta
By :
Khusairi Mohd
(05/11/2010
– 09/01/2011)
...Cinta
Sejati Tak Pernah Berakhir Kerana Ia Sentiasa Bermula...
...Jika
Ada Jodoh Antara Kita, Kita Tetap Akan Bersama Walau Apapun Yang Terjadi...
Aku dan dia bersahabat. Melewati ribuan tenggelamnya matahari. Menjejaki
ratusan ruang. Dan entah berapa puluh titis air matanya yang telah tumpah di
pundakku. Aku tetap di sini, saat ini. Memandang kedua kerling matanya yang
indah...
“Aku akan pergi….”
Ku tercekat dalam diam. Lidahku bagaikan tertusuk paku. Selidik mataku menyakinkan
ucapannya yang membuat hatiku luruh. Tapi dia tetap disitu, memandangku tajam...
Hanya jalinan kalimah pendek yang keluar dari bibirku,
“Kita akan selalu bersahabat, kan?
Tiada kurang, tiada lebih. Lihatlah jari-jemariku ini, ruang di antaranya hanya
akan ada untuk mengenggam tanganmu sahaja, entah di saat gundah ataupun
bahagia. Bukankah itu yang engkau mahu?”
Dia hanya mengangguk pelan. Tetap diam. Dalam lirih dia bertanya,
“Bolehkah aku meminta satu hal padamu?”
“Apa itu? Katakan, aku tak akan pernah
mengecewakanmu...”
“Ambil ni. Di tanganku ada dua helai
kertas kosong. Aku ingin kamu dan aku menulis janji persahabatan kita. Tapi
berjanjilah, apa yang tertulis di dalamnya hanya akan kita baca di hari
pernikahan salah satu dari kita...”
Matanya menatapku dengan penuh kesungguhan. Tapi aku ragu...
“Maksud kamu?”
“Lakukanlah. Aku ingin kamu menulisnya. I’ll keep the
promise letter until mine or your wedding day…”
Lalu, dia, dalam sunyi mulai menulis:
Ø Aku tak mampu berjanji bahwa aku tak akan jatuh
cinta padamu karana… Aku telah jatuh cinta padamu...
Ø Aku tak mampu berjanji bahwa kita hanya akan bersahabat
karana… Aku ingin selalu bersamamu selamanya, di setiap detik dari selamanya...
Ø Aku tak mampu berjanji akan menikahi orang lain
karana… Aku hanya ingin berdampingan denganmu seorang...Tak lain...
Ku menatap lagi kedua matanya, menarik nafas tipis, dan aku pun mulai
menulis:
Ø Aku berjanji tak akan pernah jatuh cinta
padamu...
Ø Aku berjanji kita akan selalu bersahabat
selamanya, tidak lebih...
Ø Dan aku berjanji, aku akan menikah seseorang
selain kamu sebagai pasangan jiwaku...
***
10 Tahun
Kemudian...
Hari ini, hari pernikahannya. Mobil hitam elegan dipenuhi rangkaian bunga
lili telah menepi di pintu masuk gedung pernikahan. Semua tetamu menantinya
menuju ke pelamin tetapi wanita cantik itu bersembunyi dalam hening, membaca
satu demi satu goresan kalimah di dalam surat yang pernah aku tulis di masa
lalu. Dalam senyap, dia menangis pelan...
Entah apa yang dirasakannya, wanita itu akhirnya yakin untuk berjalan
menuju ke ruang ijab qabul lalu dengan anggun menghampiri calon suaminya, mengenggam
erat jemarinya dan air mata mengalir halus di pipi...
Wanita itu, akhirnya akan menikahi pria impiannya. Sahabatnya. Cinta
sejatinya...
Iaitu “AKU”...
“Kamu tidak apa-apa, sayang?” Tanyaku...
“Aku baru saja membaca surat perjanjian
yang engkau tulis…”
“Apakah… ?” Aku mulai bertanya ragu...
Wanita itu tersenyum lalu membisikkan kata di telingku,
“Aku juga sangat mencintaimu...”
Tepat, di bawah surat yang pernah aku tulis 10 tahun lalu, tertulis sebaris
pesan,
“Semua janji yang kutulis di atas adalah semua
janji yang akan aku mungkir. Sungguh ! Aku sangat mencintaimu...”
T.A.M.A.T
Tiada ulasan:
Catat Ulasan